Assalamualaikum temen-temen semua, Kemarin sore Tim whitecyber mendapatkan kepercayaan untuk mengedit sebuah poster dimana poster ini sudah dibuat lama namun tidak ada file masternya. Sedangkan kesulitan dari owner adalah merubah editan gambar ini sesuai yang beliau inginkan.
Berikut ini Gambar Awal
.

.
Permintaan dari customer adalah mengedit kategori berikut ini :
- UMROH 30 HARI + THAIF
- KEBERANGKATAN OKTOBER, SEPTEMBER 2025
- HARGA 26,9 JUTA
- INCLUDE
– TIKET PESAWAT PP
– HOTEL
– SISKOPATUH
– MUTHOWIF
– HANDLING AIRPORT
– ALL TIPS
– VISA & ASURANSI
– ASURANSI
– BERAS & ALAT MASAK - YANG DI HAPUS :
– TULISAN PT BIMANTARA JAYA GEMILANG DAN NO PPIU DI HAPUS
– GAMBAR KERETA CEPAT DI HAPUS GANTI AJA GAMBAR KERETA GANTUNG DI THAIF
– GAMBAR BULAT KERETA, PERLENGKAPAN DIHAPUS, FREE ALBAIK
– KOTAK BIRU DAN PUTIH, YG KETERANGAN HOTEL DAN ISINYA DI HAPUS SEMUA
– FREE FAST TRAIN HAPUS
.
Maka team Whitecyber segera mengerjakaannya. Misi pertama adalah bagaimana MEMBUAT SAMA PERSIS Desain Gambar tersebut. Awalnya gambar tersebut dibuat menggunakan Photoshop dengan tools AI didalamnya.
Meskipun fitur AI di Photoshop, seperti Generative Fill, sangat powerful dan menawarkan banyak kemudahan, ada beberapa kelemahan dan keterbatasan yang perlu diperhatikan:
1. Keterbatasan Kreativitas dan Orisinalitas:
- Kurang Mampu Berpikir di Luar Algoritma: AI memproses data dan menghasilkan desain berdasarkan pola yang telah dipelajari. Ini berarti AI mungkin kesulitan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, inovatif, atau “out of the box” yang memerlukan pemikiran abstrak dan emosi manusia.
- Keterbatasan Pemahaman Konteks: AI mungkin sulit memahami konteks tertentu, terutama jika desain melibatkan elemen budaya, emosi, atau makna simbolik yang kompleks. Desain yang memerlukan pemahaman mendalam tentang pengalaman manusia mungkin sulit dilakukan secara otomatis oleh AI.
- Tidak Selalu Memahami Preferensi Pengguna:1 Aspek estetika dan selera pribadi seringkali sangat subjektif dan sulit diprediksi oleh algoritma AI. Hasil yang dihasilkan AI mungkin tidak selalu sesuai dengan selera atau preferensi spesifik desainer atau klien.
2. Isu Akurasi dan Konsistensi:
- Ketidaksempurnaan Hasil: Meskipun AI seperti Generative Fill sangat canggih, hasilnya tidak selalu sempurna. Terkadang, AI dapat menghasilkan pola, tekstur, atau objek aneh yang terlihat tidak biasa atau tidak realistis (misalnya, objek yang tidak relevan muncul, atau detail yang kabur/smudged).
- Kualitas Output yang Bervariasi: Kualitas output AI sangat tergantung pada kualitas dan keragaman data pelatihan yang digunakan. Jika data pelatihan terbatas atau bias, hasilnya mungkin tidak merefleksikan keragaman yang diinginkan atau tidak konsisten.
- Membutuhkan Penyesuaian Manual: Seringkali, hasil dari AI masih memerlukan sentuhan akhir dan penyesuaian manual oleh desainer untuk mencapai kualitas dan akurasi yang diinginkan. AI adalah alat bantu, bukan pengganti desainer.
3. Masalah Hak Cipta dan Etika:
- Sumber Data Pelatihan: Salah satu perdebatan besar adalah mengenai sumber data yang digunakan untuk melatih model AI. Jika AI dilatih menggunakan gambar-gambar berhak cipta tanpa izin, ini dapat menimbulkan masalah hukum terkait hak cipta atas karya yang dihasilkan.
- Kepemilikan Karya yang Dihasilkan AI: Masih ada ketidakjelasan dalam hukum mengenai siapa yang memiliki hak cipta atas karya yang sepenuhnya atau sebagian besar dihasilkan oleh AI.
4. Ketergantungan dan Pembelajaran:
- Ketergantungan pada Teknologi: Penggunaan AI yang berlebihan dapat mengurangi kemampuan desainer untuk mengembangkan keterampilan manual dan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip desain.
- Kurva Pembelajaran: Meskipun beberapa fitur AI dirancang untuk ramah pengguna, untuk menghasilkan kreasi AI generatif yang berkualitas tinggi, tetap ada kurva pembelajaran untuk memahami cara memberikan prompt yang efektif dan mengoptimalkan hasilnya.
5. Spesifikasi Perangkat Keras:
- Fitur-fitur AI, terutama yang kompleks seperti Generative Fill, cenderung memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi (RAM, GPU) agar dapat berjalan dengan lancar dan cepat.
Secara keseluruhan, fitur AI di Photoshop adalah alat yang sangat kuat untuk mempercepat proses desain dan memungkinkan eksplorasi kreatif baru. Namun, penting untuk memahami kelemahannya dan menggunakannya sebagai alat bantu yang melengkapi keahlian desainer manusia, bukan sebagai pengganti sepenuhnya.
Setelah di DESAIN ULANG OLEH TEAM dan kami usahakan PERSIS meskipun beda namun tidak terlihat hasilnya adalah seperti ini.
.

.
Alkhamdulillah Jadi …
Buat temen-temen yang mau umroh, silahkan bisa daftar segera. hehehehe.
