PENGERTIAN
Kotlin adalah sebuah bahasa pemrograman dengan pengetikan statis yang berjalan pada Mesin Virtual Java ataupun menggunakan kompiler LLVM yang dapat pula dikompilasikan kedalam bentuk kode sumber JavaScript. Pengembang utamanya berasal dari tim programer dari JetBrains yang bermarkas di Rusia.[2] Meskipun sintaksisnya tidak kompatibel dengan bahasa Java, Kotlin didesain untuk dapat bekerja sama dengan kode bahasa Java dan bergantung kepada kode bahasa Java dari Kelas Pustaka Java yang ada, seperti berbagai framework Java yang ada. Tim Pengembang memutuskan menamakannya Kotlin dengan mengambil nama dari sebuah pulau di Rusia, sebagaimana Java yang mengambil nama dari pulau Jawa di Indonesia.[3] Setelah Google mengumumkan bahwa Kotlin menjadi bahasa kelas satu bagi Android, maka bersama Java dan C++, Kotlin menjadi bahasa resmi untuk pengembangan aplikasi-aplikasi Android.[4]
TUJUAN
Saat Kotlin diumumkan sebagai bahasa pengembangan Android resmi di Google I/O pada Mei 2017, Kotlin menjadi bahasa ketiga yang didukung penuh untuk Android, selain Java dan C++.[36] Pada tahun 2020, Kotlin masih paling banyak digunakan di Android, dengan Google memperkirakan bahwa 70% dari 1000 aplikasi teratas di Play Store ditulis dalam Kotlin. Google sendiri memiliki 60 aplikasi yang ditulis dalam Kotlin, termasuk Maps dan Drive. Banyak aplikasi Android, seperti Google’s Home, sedang dalam proses migrasi ke Kotlin, jadi gunakan Kotlin dan Java. Kotlin di Android dipandang bermanfaat karena keamanan penunjuk nolnya serta fitur-fiturnya yang membuat kode lebih pendek dan lebih mudah dibaca.[37]
Selain penggunaannya yang menonjol di Android, Kotlin mendapatkan daya tarik dalam pengembangan sisi server. Spring Framework secara resmi menambahkan dukungan Kotlin dengan versi 5 pada 4 Januari 2017.[38] Untuk lebih mendukung Kotlin, Spring telah menerjemahkan semua dokumentasinya ke Kotlin dan menambahkan dukungan bawaan untuk banyak fitur khusus Kotlin seperti coroutine.[39] Selain Spring, JetBrains telah menghasilkan kerangka kerja pertama Kotlin yang disebut Ktor untuk membangun aplikasi web.[40]
Pada tahun 2020, JetBrains menemukan dalam survei pengembang yang menggunakan Kotlin bahwa 56% menggunakan Kotlin untuk aplikasi seluler, sementara 47% menggunakannya untuk back-end web. Lebih dari sepertiga pengembang Kotlin mengatakan bahwa mereka bermigrasi ke Kotlin dari bahasa lain. Sebagian besar pengguna Kotlin menargetkan Android (atau sebaliknya di JVM), dengan hanya 6% yang menggunakan Kotlin Native.[41]
FITUR
Pemimpin pengembangan Andrey Breslav mengatakan bahwa Kotlin dirancang untuk menjadi bahasa berorientasi objek berkekuatan industri, dan “bahasa yang lebih baik” daripada Java, tetapi masih sepenuhnya dapat dioperasikan dengan kode Java, memungkinkan perusahaan untuk melakukan migrasi bertahap dari Java ke Kotlin.
LAYANAN
Layanan kami diperuntukan bagi yang ingin mendapatkan manfaat dari programming language tanpa ribet.
- Mulai dari program,
- Aplikasi,
- Tugas,
- Data science,
- Web app yang kompleks,
- dan lain-lain semua dalam satu layanan.
LANGKAH PENGERJAAN PROJECT
- Diskusi pekerjaan
- Diskusi Harga
- Order
- Pekerjaan dalam proses
- Review hasil
- Selesai















Reviews
There are no reviews yet.