Project merubah Output Dewesoft data FFT menjadi frekuensi

.

Pagi ini Whitecyber team mendapat tugas memandu seorang customer untuk merubah data dewesoft menjadi data frequensi. 

Apa bisa ?

Tentu saja bisa! Menganalisis data menjadi frekuensi menggunakan FFT (Fast Fourier Transform) adalah salah-satu fungsi inti dan keunggulan utama dari program Dewesoft. Saya akan dengan senang hati memandu Anda langkah demi langkah untuk melakukannya.

Tujuan kita adalah mengubah sinyal data yang berbasis waktu (misalnya, getaran dari sebuah sensor dalam satuan detik) menjadi spektrum frekuensi. Ini akan menunjukkan kepada kita frekuensi-frekuensi mana saja yang dominan dalam sinyal tersebut dan seberapa kuat amplitudonya.

 

Penjelasan Umum Solusi

 

Kita akan menggunakan modul bawaan Dewesoft yang disebut FFT Analyzer. Modul ini secara otomatis akan mengambil data dari channel yang Anda pilih (misalnya, accelerometer), melakukan perhitungan matematika FFT, dan menghasilkan output baru berupa spektrum frekuensi. Kemudian, kita akan menampilkan spektrum ini pada sebuah grafik khusus agar mudah dibaca.

Prosesnya secara garis besar adalah:

  1. Masuk ke mode Setup untuk menambahkan fungsi matematika.
  2. Menambahkan dan mengkonfigurasi modul FFT Analyzer.
  3. Masuk ke mode Measure untuk menampilkan hasilnya secara visual.

 

Langkah-langkah Analisis FFT di Dewesoft

 

Berikut adalah panduan terperinci untuk melakukan analisis FFT pada data Anda.

 

Langkah 1: Buka Pengaturan Channel (Channel Setup)

 

Pertama, pastikan Anda berada di tab Channel Setup. Di sinilah semua input data dan fungsi matematika Anda dikelola.

 

Langkah 2: Tambahkan Modul Matematika FFT Analyzer

 

  1. Di bagian atas, klik pada tab Math.
  2. Klik tombol “Add math” atau ikon +.
  3. Dari daftar modul yang muncul, cari dan pilih FFT Analyzer. Sebuah jendela pengaturan untuk FFT Analyzer akan terbuka.

 

Langkah 3: Konfigurasi FFT Analyzer

 

Ini adalah langkah yang paling penting. Anda perlu memberitahu Dewesoft data mana yang akan dianalisis dan bagaimana cara menganalisisnya.

  1. Input channel(s): Di bagian atas jendela pengaturan FFT Analyzer, klik pada menu dropdown Input channel(s). Pilih channel yang datanya ingin Anda analisis. Misalnya, channel dari sensor getaran atau mikrofon Anda.
  2. Pengaturan Parameter FFT:
    • Resolution (Number of lines): Ini menentukan seberapa detail spektrum frekuensi Anda. Nilai yang umum digunakan adalah 1024, 2048, atau 4096.
      • Penjelasan: Semakin tinggi jumlah garis (lines), semakin kecil rentang frekuensi yang diwakili oleh setiap garis, sehingga hasilnya lebih presisi. Resolusi frekuensi dihitung dengan rumus: 

    • Window Function (Fungsi Jendela): Pilih jenis jendela untuk mengurangi kebocoran spektral (spectral leakage).
      • Penjelasan: Saat sinyal diproses, sinyal itu “dipotong” menjadi beberapa bagian. Fungsi jendela ini menghaluskan tepi-tepi potongan tersebut untuk mencegah munculnya frekuensi palsu. Hanning adalah pilihan yang sangat umum dan bagus untuk memulai pada sinyal getaran.
    • Overlap: Menentukan seberapa banyak data lama yang digunakan kembali di perhitungan FFT berikutnya. Nilai umum adalah 50% atau 66%.
      • Penjelasan: Ini memastikan tidak ada kejadian singkat (transient) yang terlewat di antara blok data yang dianalisis.
    • Output: Pilih jenis output yang Anda inginkan. Untuk pemula, Amplitude adalah yang paling mudah dipahami, karena ini menunjukkan “kekuatan” dari setiap frekuensi.

Setelah selesai, Anda bisa menutup jendela pengaturan FFT Analyzer. Anda akan melihat sebuah channel baru telah dibuat di bawah daftar Math.

 

Langkah 4: Tampilkan Hasil Analisis

 

Sekarang saatnya melihat hasil kerja kita.

  1. Pindah ke tab Measure di bagian atas layar.
  2. Di sisi kanan, Anda akan melihat palet instrumen (widgets). Cari dan klik-drag widget FFT Spectrum ke area kerja utama yang kosong.
  3. Sebuah grafik FFT kosong akan muncul. Sekarang, cari channel output dari FFT Analyzer yang baru saja Anda buat (biasanya bernama seperti FFT_Vib_Sensor/Amplitude) di daftar channel di sebelah kiri.
  4. Klik dan drag channel FFT tersebut lalu lepaskan tepat di atas grafik FFT Spectrum yang tadi Anda tambahkan.

Grafik tersebut sekarang akan secara otomatis menampilkan spektrum frekuensi dari sinyal Anda secara real-time! Anda akan melihat puncak-puncak (peaks) pada frekuensi di mana getaran atau suara paling dominan.


 

Dokumentasi dan Penjelasan Tambahan

 

  • FFT (Fast Fourier Transform): Ini adalah sebuah algoritma (metode perhitungan cepat) untuk mengubah sinyal dari domain waktu (bagaimana sinyal berubah dari waktu ke waktu) ke domain frekuensi (komponen frekuensi apa saja yang membentuk sinyal tersebut).
  • Amplitudo: Pada grafik FFT, sumbu Y (vertikal) biasanya menunjukkan amplitudo, yang merupakan ukuran kekuatan atau intensitas dari setiap frekuensi. Sumbu X (horizontal) adalah frekuensinya, biasanya dalam satuan Hertz (Hz).
  • Membaca Grafik: Jika Anda menganalisis mesin yang berputar pada 1800 RPM (Rotasi Per Menit), Anda seharusnya melihat puncak yang tajam pada frekuensi . Puncak-puncak lain pada kelipatan frekuensi ini (60 Hz, 90 Hz, dst.) atau pada frekuensi lain bisa mengindikasikan adanya masalah seperti ketidakseimbangan (unbalance), kelonggaran (looseness), atau kerusakan bantalan (bearing).

Semoga panduan ini jelas dan membantu Anda untuk memulai analisis frekuensi di Dewesoft. Jangan ragu untuk bertanya lagi jika ada langkah yang kurang jelas atau jika Anda ingin menjelajahi parameter lainnya! Selamat mencoba! 🚀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *