Whitecyber adalah Jasa Konsultan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) khususnya pada jasa Machine Learning atau Deep Learning untuk project Akademis ataupun jasa Corporate/Institusi.
Natural Language Processing (NLP)
Penggunaan Metode dan Algoritma yang Digunakan : Machine Translation, Chatbot, BERT,Postagging, Automatic Speech Recognition (ASR), Sentimen Analysis, Text to Speech, Sound/Speech Classification, System Recomendation, Topic Modelling
- Maksimal 2 Jenis Pilihan Algoritma
- Maksimal 3x Bimbingan Online Via Zoom
- Maximal 3x Bantuan Revisi
- Diajarkan Step By Step Tata Cara Pembuatan Project
- Unlimited Konsultasi
.
Postagging, atau lebih formalnya Part-of-Speech Tagging (POS Tagging), adalah proses dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing – NLP) yang bertujuan untuk menandai setiap kata dalam sebuah teks (korpus) dengan label tata bahasa (part of speech) yang sesuai dengan peran dan fungsinya dalam kalimat tersebut.
Sederhananya, postagging adalah seperti memberikan “nama” atau “kategori” tata bahasa kepada setiap kata dalam sebuah kalimat. Misalnya, kata “kucing” akan ditandai sebagai kata benda (noun), kata “berlari” sebagai kata kerja (verb), kata “cepat” sebagai kata keterangan (adverb), dan seterusnya.
Mengapa Postagging Penting?
Postagging merupakan langkah fundamental dalam banyak tugas NLP yang lebih kompleks. Informasi mengenai kelas kata sangat penting untuk:
- Analisis Sintaksis (Parsing): Memahami struktur gramatikal suatu kalimat. Parser menggunakan informasi POS untuk membangun pohon sintaksis yang menunjukkan hubungan antar kata.
- Ekstraksi Informasi: Mengidentifikasi entitas penting seperti nama orang, organisasi, dan lokasi, yang seringkali merupakan kata benda.
- Pembuatan Ringkasan Teks: Membantu mengidentifikasi kata-kata kunci dan frasa penting.
- Machine Translation: Memastikan terjemahan yang akurat dengan memahami peran kata dalam kalimat sumber dan mencari padanan yang sesuai dalam bahasa target.
- Question Answering: Memahami jenis informasi yang dicari dalam pertanyaan dan mengidentifikasi bagian teks yang relevan.
- Speech Recognition: Membantu dalam disambiguasi kata-kata yang memiliki pelafalan serupa tetapi kelas kata yang berbeda (homofon).
- Text-to-Speech Synthesis: Menentukan intonasi dan penekanan yang tepat berdasarkan kelas kata.
Bagaimana Postagging Bekerja?
Berbagai pendekatan dan algoritma digunakan dalam postagging:
-
Rule-Based Tagging: Metode ini menggunakan serangkaian aturan linguistik yang telah ditentukan sebelumnya untuk menetapkan tag POS berdasarkan konteks dan bentuk kata. Aturan ini bisa didasarkan pada akhiran kata, kata-kata di sekitarnya, dan pola sintaksis. Metode ini efektif untuk kasus-kasus sederhana tetapi sulit untuk mencakup semua kompleksitas bahasa.
-
Statistical Tagging: Metode ini menggunakan model statistik yang dilatih pada korpus teks yang telah ditandai secara manual (gold standard). Model ini mempelajari probabilitas urutan tag dan probabilitas kata tertentu muncul dengan tag tertentu. Beberapa model statistik yang umum digunakan meliputi:
- Hidden Markov Models (HMMs): Mengasumsikan bahwa tag dari suatu kata hanya bergantung pada tag dari kata sebelumnya (first-order Markov assumption).
- Maximum Entropy Markov Models (MEMMs): Menggunakan fitur-fitur yang lebih kaya daripada HMMs, termasuk kata-kata di sekitar dan fitur-fitur kata itu sendiri.
- Conditional Random Fields (CRFs): Model probabilistik grafis yang mempertimbangkan seluruh urutan kata dan tag secara bersamaan, mengatasi beberapa keterbatasan HMMs dan MEMMs.
-
Neural Network Tagging: Dengan kemajuan dalam deep learning, jaringan saraf tiruan (neural networks) seperti Recurrent Neural Networks (RNNs) dan Transformers telah menjadi sangat efektif untuk postagging. Model-model ini dapat mempelajari pola dan ketergantungan jangka panjang dalam teks secara otomatis dan mencapai akurasi yang tinggi.
Contoh Postagging:
Misalkan kita memiliki kalimat:
“Kucing hitam itu sedang tidur nyenyak di sofa.”
Hasil postagging untuk kalimat ini mungkin terlihat seperti ini (menggunakan tagset Penn Treebank yang umum):
- Kucing – NNP (Noun, proper, singular) (Dalam konteks ini bisa juga NN (Noun, common, singular) tergantung pada konteks sebelumnya)
- hitam – JJ (Adjective)
- itu – DT (Determiner)
- sedang – VBP (Verb, non-3rd person singular present) (Dalam beberapa tagset mungkin MD (Modal))
- tidur – VB (Verb, base form)
- nyenyak – RB (Adverb)
- di – IN (Preposition or subordinating conjunction)
- sofa – NN (Noun, common, singular)
- . – . (Sentence-final punctuation)
Setiap kata telah ditandai dengan label yang menunjukkan kelas katanya. Informasi ini kemudian dapat digunakan oleh sistem NLP untuk analisis lebih lanjut.
Tagset:
Penting untuk dicatat bahwa ada berbagai macam tagset (kumpulan label POS) yang digunakan dalam NLP. Tagset yang berbeda mungkin memiliki tingkat granularitas yang berbeda dalam mengklasifikasikan kelas kata. Contoh tagset yang umum digunakan adalah Penn Treebank tagset, Universal Dependencies tagset, dan tagset spesifik untuk bahasa tertentu.
Secara keseluruhan, postagging adalah tugas penting dalam NLP yang menyediakan informasi dasar tentang struktur gramatikal teks, yang menjadi landasan bagi banyak aplikasi dan analisis bahasa yang lebih canggih.
.
- Konsultasi/diskusi mengenai detail project antara tim academy-ai dan klien.
- Deal harga project dan pembuatan perjanjian melalui MoU.
- Pembayaran dilakukan 2 tahap ke rekening. tahap pertama : Pembayaran DP 50% (dilakukan sebagai tanda jad pembuatan project). tahap kedua : Pelunasan Pembayaran (dilakukan setelah project selesai dikerjakan oleh tim academy-ai dan sudah OK menurut klien)
- Tim academy-ai mulai mengerjakan project klien (Dilakukan setelah klien menyelesaikan pembayaran tahap pertama).
- Setelah pengerjaan project selesai dan sesuai menurut klien, tim akademi-ai akan memberikan seluruh program danhasil output project ke klien (Dilakukan setelah klien menyelesaikan pembayaran tahap kedua).
- Tim akcademy-ai akan memberikan penjelasan step by step dari awal sampai akhir dalam pengerjaan project tersebut.
- Project selesai.Catatan :
- Note 1 : Diskon sebesar 10% jika klien melakukan pembayaran full payment di awal
- Note 2: Harga bisa berubah sesuai dengan tingkat kesulitan dan permintaan fitur tambahan oleh klien. *Note 3: Biaya yang sudah ditransfer tidak dapat dikembalikan dengan alasan apapun kecuali tim belum mengerjakan project klien



















Reviews
There are no reviews yet.